Saturday, 16 May 2020

Selamat Hari Jadi Ukhty!






[12:52]
Sabtu, 16 Mei 2020

   Tak terasa, hari demi hari berjalan begitu cepat. Waktu demi waktu, tak lagi menyekat. Ia pergi layaknya berlari mengejar lika-liku kehidupan. Ketika diri tak lagi seperti dulu, namun kini harus lebih baik menjadi diri sendiri yang seutuhnya.

   Dahulu hidup itu mengalir saja layaknya air sungai. Ketika bahagia, yaa ketawa pun sudah cukup. Ketikan sedih, menangis sejenak pun cukup. Tak ada yang perlu dihiraukan. Diri ini tak mengerti apa-apa. Cukup dengan bermain dan belajar saja yang ku ketahui. Tak tau apa yang harus dilakukan dimasa mendatang.

   Dahulu, kita berjumpa di sebuah gedung hijau. Tak saling mengenal. Hanya tersenyum tanda menyapa. Kita tak pernah dekat. Hingga kelas VI pun, hanya mengenal nama. Hehe. Perjumpaan itu datang di SDIT PB 1. Kita pernah se abudemen. Namun, hanya selayaknya teman seperti biasanya. Padahal rumah kami tak berjauhan. Tapi, yaa sudahlah, masa lalu.

***
   Tak tau pula, ketika SMP ternyata kita bersama kembali. Saat itu adalah masa dimana setiap orang meremaja. Mencari dimana jati diri yang sebenarnya. Kegelisahan tampak dimana-mana. Masa itu adalah masa yang berharga. Awal mula penentuan bagaimana untuk kedepannya.

   Renungan itu selalu penuh dikala hari berlalu. Masalah keremajaan datang kian menumpuk. Kala itu dimulai sejak aku kelas VII. Mulai dari persoalan diri, teman, hingga akademik. Semua bercampur aduk menjadi satu. Kesedihan itu selalu datang tak berhenti. Bersyukurnya, wali kelasku sangat friendly. Sehingga membuka selebar-lebarnya untuk berbagi rasa.

   Mengenang rasa dikala belum tau rasanya kembali bersama.

***
   Pertemanan sejatinya bertemu di kelas VIII, yang mana sedang masa sibuk-sibuknya hingga datang kesetressan memenuhi jiwa. Tapi ya ga se alay itu walau mmg alay. Haha. Tak tau, tak kenal letih, ingin smua kegiatan sekolah diikut sertakan. Mulai dari organisasi hingga perlombaan dan ekstra. Belum lagi harus dauroh Hafalan Quran. Semuanya pingin diikutin.

   Setiap sabtu, jadwal sekolah libur. Tapi kami ttp kesekolah untuk mengikuti agenda kelompok. Baik kelompok Organisasi maupun pembelajaran. Pkoknya ada aja urusannya. Kyk org sok sibuk :') Haduh..

***
   Dia itu, teman baikku. walau kita baru saling mengenal lebih dekat sejak kelas VIII, namun ukhuwah tak ingin rasanya terputuskan.

   Masalah, mmg tak kunjung henti untuk menghampiri. Pulang bareng, belajar bareng, lomba bareng, dauroh hafalan bareng, sampai nangis bareng itu hal biasa. Surat-suratan pun pernah :) Hingga sekarang aku masih menyimpannya.

   Berlalu sudah kenangan itu. Hanya dengan doa lah yang dapat menguatkan ukhuwah kami.

***
   Sekarang,,

   Kita tak kembali bersama. Namun harapan selalu ada. Kami mondok di tempat yang berbeda. Merajut asa di lingkungan yang berbeda dengan sbelumnya.

  Suatu saat, terpikir kisah lalu. Membuat diri ini tertawa sederhana mengingat kebodohan di masa SMP. Namun, suatu saat lagi, teringat kali bersama kita berjuang yang kini tak lagi bisa saling menyemangati secara offline.

   Harapanku ini hanya sederhana. Ku ingin dirinya selalu baik-baik saja. Setiap suatu kegelisahan datang menimpa, diri ini hanya bisa cerita kepada sang pencipta. Tak bisa kembali menemui dengan jauhnya jarak yang menepi. Ingin berkomunikasipun tak bisa. Hanya sempat satu kali kita bicara via telpon. Itu pun hanya sebentar. Tak tau bagaimana kabarnya dia disana. Semoga rindu yg selalu tersimpan dalam doa dapat terhaturkan kepadanya.

   Ketika liburan tiba. Aku mncoba chatting WA. Tapi rasanya sedikit berbeda. Tak tau mengapa, padahal aku udah berusaha untuk memperbaiki seutuhnya. Harapanku kembali semoga ia selalu baik-baik saja.

   Rasa sedih datang, namun tak membuat diri ini terlena. Ku yakin, kesedihan ini hanyalah menandakan rasa rindu yg tak tertahan. Dirinya selalu baik-baik saja.

   Hingga suatu saat, aku masi merasa tak lega. Walau kala itu Allah izinkan kita berjumpa di waktu liburan tiba, namun mengapa. Rasa itu sangat berbeda. Sedikit membuang rasa rindu namun menambah luka. *Alaytau

   Tapi memang iya. Yaa, ga apa deh, Allah tau yang terbaik. Gausah baper :')

***
   Hffftttt. Kisah lama biarlah berlalu. Ku mulai dengan hal baru. Mencoba untuk terbuka dan selesaikan smuanya. Hal ini hanyalah masalah persepsi. Tak patut diperpanjang.

   Akhirnya, ku coba berkata. dan ternyataaaa. Benar! Semua baik-baik saja. Hanya masalah hati wkwk. Baru saja terkonfirmasi sejak bberapa hari yang lalu. Iya hari itu.

   Terimaksih atas segala penjelasan yang kini membuatku tenang.

***

Teruntuk dirinya,

   Pada hari ini, aku tak lupakan suatu hal. Suatu hal yang membuatmu begitu spesial. Baru saja hari kemarin perbincangkan. Semua nya telah dipersiapkan. Jangan sedih, dan teruslah fokus kehadapan. Raih kebaikan yang kelak menjadikan masa depanmu begitu indah.

   Hari ini, umurmu ganjil 17 th. Bukan lagi umur anak-anak. Kamu harus menjadi insan yang lebih baik lagi. Kuatin keyakinanmu kepada Allah. Karena segala kehidupan ini sudah diatur sama Allah.

   Ayo kita bergerak lebih maju bersama. Maafkan aku yang belum banyak membuatmu jadi lebih baik. Terimakasih atas segala hal yang udah kamu beri slama masa-masa itu di SMP.

   Baarakallah fii umrik. Selamat hari jadi ukhty!

   Bukan aku ingin sombong denganmu. Tak mengikuti trending saat itu, dengan membuat SG dan memajang fotomu. Tidak dengan itu. Karena Ucapan yang tulus dari ini telah kusampaikan melalu naskah singkat yang mnkin tidak jelas ini :') Jangan sedih ya! Ini spesial untuk mu. Aku ingin jadi yang berbeda dengan yang lain.

   Selamat memperbaiki diri. Pikirkan 17 tahun mu sudah digunakan untuk apa saja? Sudah berkontribusi apa saja? Yakin, disetiap aktivitasmu itu ada kebaikan yang orang lain rasakan. Kamu itu bisa jadi orang yang bermanfaat utk org lain. Jadi, PD aja dengan dirimu sendiri :')

   Keep Istiqomah. Karena Istiqomah itu sulit. Kita memang jauh. Tapi Allah selalu dekatkan dalam doa. Di skolah ku ini, aku selalu berusaha merubah diri menjadi yang sebaik-baiknya. Ku tetapkan target hidupku. Apa saja yang akan kucapai selama di SMA ini.

   Kamu juga pasti bisa jadi yang terbaik. Terus semangat untuk meningkatkan kualitas ibadhmu. Semoga Allah selalu menjaga kita dalam keistiqomahan. Jangan lupain orang tua yang sudah merawat dan membiayai kehidupan kita supaya kita jadi anak yang sholihah. Jangan sampai dirimu terwarnai oleh kondisi sekitar ya. Tapi, jadilah orang yang dapat mewarnai orang lain untuk menjadi baik.

   Kamu Hebat!

   Sekali lagi, Baarakallahu fii umrik Ukhty :')
Semoga Ukhuwah kita selalu terjaga hingga kesyurga nanti..
Aamiin. Mohon maaf bila banyak kesalahan yang banyak kuperbuat. Semangat Hafalan dan jadi Penghafal Quran yang Mutqin!

***
Salam rindu,
Dari saudara seimanmu.
(Udahh, apus air matanya :'))



3 comments:

  1. Baarakallah !!

    ReplyDelete
  2. Sukses teruss yaa teman seperjuangaan..

    ReplyDelete
  3. Maasyaallah, may Allah bless you :')

    ReplyDelete

Terimakasih dan Salam Kenal!